6 Komponen AC Split dan Cara Kerjanya selama Proses Pendinginan Ruangan - PT. Binaraya Berkah Utama
PT. Binaraya Berkah Utama

PT. Binaraya Berkah Utama

0
6 Komponen AC Split dan Cara Kerjanya selama Proses Pendinginan Ruangan

6 Komponen AC Split dan Cara Kerjanya selama Proses Pendinginan Ruangan

Mesin pendingin ruangan secara umum memiliki beragam tipe, salah satunya AC split yang biasa digunakan pada ruang tertutup. Pada dasarnya AC bekerja untuk menurunkan temperatur sehingga memberi efek kesejukan pada ruangan yang panas. Namun, beberapa orang mungkin hanya menggunakan mesin elektronik ini tanpa tahu komponen AC split dan cara kerjanya.

Masing-masing komponen memiliki cara kerja yang berbeda, kombinasi seluruh komponen menghasilkan suhu yang rendah sehingga ruangan menjadi dingin. Memahami komponen utama yang terdapat pada AC split akan menambah wawasan dan mempermudah dalam hal perawatan. Secara garis besar, 6 komponen penting yang terdapat pada sistem AC split dijelaskan pada rincian berikut:

1. Pengatur Suhu

Komponen ini terbuat dari lempengan bimetal yang dapat mendeteksi perubahan temperatur. Thermostat atau pengatur suhu merupakan salah satu komponen AC split dan cara kerjanya unik, sebab penurunan maupun kenaikan suhu terdeteksi melalui pemuaian. Ketika temperatur naik melampaui batas yang ditentukan, maka bagian luar komponen ini akan memuai sehingga mesin pendingin aktif lagi.

Secara umum cara kerja Thermostat adalah memutus dan menghubungkan kembali aliran listrik yang menuju kompresor. Saat suhu yang ditentukan telah dicapai, maka Thermostat bekerja dengan menghentikan arus listrik. Arus listrik akan kembali terhubung ketika suhu ruangan naik melebihi batas yang telah ditentukan.

2. Kipas

Salah satu komponen AC split yang sangat familiar adalah kipas. Komponen ini memiliki peran yang hampir sama dengan cara kerja kipas angin pada umumnya. Kipas bekerja untuk mempercepat keluarnya udara dingin, sehingga suhu ruangan lekas menurun sesuai batas yang telah ditentukan. Bilah kipas yang rusak dapat mengakibatkan penyebaran udara dingin yang tidak maksimal.

3. Evaporator

Komponen AC ini menggunakan tembaga dan alumunium sebagai material utamanya. Evaporator menjadi komponen AC split dan cara kerjanya paling penting pada proses pendinginan. Uap dingin yang dihasilkan pada saat terjadi perubahan tekanan akan ditampung pada komponen ini sehingga menghasilkan udara yang cukup untuk mendinginkan seluruh ruangan.

Sistem kerja yang sangat penting pada AC membuat evaporator harus selalu dalam keadaan yang baik. Sebab, terjadinya kebocoran meski hanya celah sedikit saja akan membuat freon terbuang dan kinerja AC menurun. Dampaknya mesin pendingin ruangan tidak akan mampu menghasilkan suhu rendah sesuai yang diharapkan.

4. Kompresor

Kompresor memiliki peran utama dalam proses refrigerasi, yaitu tahap pengubahan tekanan gas menjadi lebih tinggi. Bagian kompresor akan mengubah freon yang berwujud gas agar mencair dan mampu menyerap panas. Selain itu, bahan pendingin AC atau freon yang dihasilkan akan segera dipompa dan diedarkan ke seluruh komponen AC yang lain.

5. Heat Exchanger

Heat Exchanger menjalankan tugasnya pada bagian outdoor dari sistem AC. Komponen ini ibarat sebuah jalan keluar bagi udara bertemperatur tinggi. Cara kerjanya adalah melakukan pertukaran antara udara panas yang ada di dalam ruangan dikeluarkan ke alam bebas. Sehingga pada bagian permukaan komponen ini akan terasa hangat atau panas ketika disentuh.

6. Saringan

Komponen AC split selanjutnya adalah saringan atau strainer, namun tidak semua mesin pendingin memiliki komponen ini. Cara kerja strainer adalah dengan menampung cairan freon kemudian menyalurkan kembali pada evaporator. Selain itu, strainer bekerja untuk menyaring kotoran yang masuk sehingga sistem kerja AC tidak terganggu.

Demikianlah penjelasan dari 6 komponen AC split dan cara kerjanya, penjelasan di atas akan menambah pemahaman mengenai sistem AC. Sehingga memungkinkan pemilik dapat mendeteksi letak kerusakan komponen, bila kinerja AC menurun. Adanya kerusakan pada salah satu komponen, akan menghambat kerja perangkat lainnya bahkan kerusakan parah pada AC bila tidak segera diambil tindakan perbaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + six =