Mengenal Apa yang Dimaksud AHU serta Prinsip dan Bagian-Bagiannya - PT. Binaraya Berkah Utama
PT. Binaraya Berkah Utama

PT. Binaraya Berkah Utama

0
APA YANG DIMAKSUD AHU

Mengenal Apa yang Dimaksud AHU serta Prinsip dan Bagian-Bagiannya

Udara yang selalu segar dan sejuk meski di dalam suatu bangunan atau gedung yang besar, tentu memerlukan tata kelola udara yang baik. Salah satu caranya adalah dengan mengendalikan kondisi udara dengan AHU atau Air Handling Unit. Lalu apa yang dimaksud AHU? Apa saja fungsi dan bagian-bagian didalamnya? Simaklah penjelasan mengenai AHU berikut ini:

Deskripsi AHU

AHU merupakan suatu unit penanganan atau pengelolaan udara yang berfungsi untuk mengatur dan mengelola udara sebelum disalurkan ke gudang atau ruangan-ruangan yang akan dikondisikan. Unit ini dapat mengkondisikan udara dalam suatu lingkungan atau ruangan melalui pengendalian dari suhu, kelembaban, arah pergerakan udara, serta mutu udara.

Mengapa bisa disebut dengan sistem? karena AHU ini terdiri dalam beberapa bagian mesin atau alat yang saling berkaitan dan terintegrasi. Tiap alat tersebut memiliki fungsi yang berbeda sehingga dapat mengendalikan kondisi udara yang akhirnya disebut dengan sistem tata udara. yang bisa dikontrol oleh unit ini diantaranya, mengontrol suhu, kelembaban, kebersihan udara aliran udara, dan memastikan semuanya dalam persyaratan udara ruangan yang ditentukan.

Prinsip Kerja AHU

Setelah mengenal apa yang dimaksud AHU? Selanjutnya adalah mengetahui prinsip dari Air HAndling Unit atau AHU ini. Prinsipnya cukup sederhana, AHU akan menghisap balik udara dari ruangan yang kemudian akan dicampur dengan udara segar dari luar ruangan yang menjadikannya mixing air. Lalu, hasil udara campuran tadi selanjutnya disaring oleh filter sehingga mikro organisme dan partikel yang tidak diinginkan dapat disaring sehingga terciptanya udara yang lebih bersih dan segar.

Tidak berakhir disitu, udara akan melewati koil pendingin yang dapat menurunkan temperatur dan kelembaban yang dimiliki udara tersebut. Untuk mencapai ruangan yang dituju, udara akan dipompa oleh suatu blower yang dikondisikan lagi dengan saluran suplai. Lalu, udara yang ada dalam ruangan akan kembali menjadi return air dan begitu seterusnya.

Bagian-Bagian AHU

Jika sebelumnya sudah membahas bagaimana deskripsi dan prinsip kerja dari AHU. Untuk itu, mari beralih mengenal bagian-bagian dari AHU itu sendiri:

1. Mixing Air

Komponen pertama dalam sistem AHU adalah Mxing Air. Bagian ini merupakan tempat pencampuran udara dari return air dengan fresh air sehingga membentuk udara campuran yang selanjutnya diolah kembali oleh komponen AHU yang lain.

2. Filter

Kedua adalah Filter, komponen ini dalam Bahasa Indonesia artinya adalah penyaring. Sesuai namanya komponen ini mempunya fungsi untuk menyaring udara dari partikel-partikel yang tidak diinginkan untuk membuat udara menjadi lebih bersih. Bukan hanya partikel, namun juga organisme lain yang datang bersama udara.

3. Koil Pendingin

Komponen ini memiliki nama lain yaitu evaporator yang berfungsi untuk mengendalikan suhu udara beserta kelembaban relatif udara yang telah diproduksi sebelumnya sebelum akhirnya disebarkan pada beberapa ruangan yang dituju.

4. Fan

Keempat ada sebuah komponen bernama Fan atau Blower. Komponen ini berfungsi untuk menggerakan udara yang telah melalui berbagai proses tadi menuju ke ruangan yang akan dikondisikan udaranya.

5. Isolator

Benda ini berfungsi untuk menghindari kemungkinan adanya hal yang tidak diinginkan dari AHU ini. Misalnya saja seperti getaran dan kebisingan yang akan dirasakan oleh para penghuni di sekitar area gedung yang dipasangi sistem AHU.

6. Saluran Suplai

terakhir adalah saluran suplai yang merupakan tempat yang paling terlihat dari luar karena berfungsi untuk mengalirkan udara. Saluran ini menghubungkan bagian blower atau fan dengan seluruh ruangan yang akan dikondisikan. Saluran ini perlu didesain agar memiliki sedikit hambatan udara.

Nah itulah sekilas mengenai apa yang dimaksud AHU? serta prinsip kerja dan bagian atau komponennya. Sistem AHU ini penting dalam sebuah gedung seperti kantor atau pusat perbelanjaan untuk tetap memiliki udara segar meskipun areanya sangat tertutup. Demikian yang bisa disampaikan, semoga informasi diatas dapat berguna dan menambah wawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + 12 =