Contoh Isi Materi Dalam Sistem Tata udara di Industri Farmasi - PT. Binaraya Berkah Utama
PT. Binaraya Berkah Utama

PT. Binaraya Berkah Utama

0
SISTEM TATA UDARA DI INDUSTRI FARMASI PPT

Contoh Isi Materi Dalam Sistem Tata udara di Industri Farmasi

Contoh isi materi dalam sistem tata udara di industri farmasi PPT yang bisa digunakan. Dalam suatu industri farmasi, tentu banyak hal dan permasalahan yang bisa diperhatikan, salah satunya adalah dari segi sistem tata udara yang terdapat dalam industri farmasi. Sistem tata udara juga dapat terbagi lagi ke dalam beberapa pokok pembahasan yang bisa dimasukan kedalam bahan presentasi. Sebagai contoh, berikut ini adalah Isi materi yang bisa diangkat dalam sistem tata udara di industri farmasi PPT:

1. Pengertian

Sistem tata udara di industri farmasi PPT yang pertama bisa dibuat tentang pengertiannya. Sistem tata udara merupakan sistem yang dapat mengkondisikan suatu lingkungan melalui pengendalian dari suhu, kelembaban, arah pergerakan, pergerakan dan mutu udara. tidak lupa juga untuk pengendalian partikel dan pembuangan dari kontaminan yang dapat mengotori udara ruangan.

Disebut dengan sistem karena AHU terdiri dari beberapa mesin dan juga alat yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Sebagai Upaya dalam mengendalikan kondisi lingkungan juga, dalam suatu industri farmasi wajib memiliki sistem tata udara yang baik. Hal ini telah diatur dalam regulatory code (WHO TRS 902/2002; WHO TRS 908/2003 dan PIC/S 2006) yang mensyaratkan sistem tata udara yang harus dikendalikan dan dikualifikasi. Tidak seperti AC biasa, sistem tata udara lebih daripada itu, yaitu mengatur kelembaban, suhu, tekanan udara, dan sebagainya.

2. Desain

Poin penting untuk dipertimbangkan saat merancang sebuah penanganan udara dan Unit filtrasi meliputi:

  • Desain Casing AHU dan material yang digunakan.
  • Filtrasi Primer untuk penyaringan udara.
  • Pemilihan Fan dan Motor sebaiknya dikontrol dengan Inverter untuk memudahkan di dalam pengontrolan udara yang dibutuhkan.
  • Persyaratan kebersihan.
  • Lokasi peralatan, filtrasi yang harus mudah dibersihkan.
  • Jika peralatan akan dipasang pada atap atau permukaan tanah yang berdekatan, perawatan harus dilakukan untuk memastikan area inlet udara berventilasi luar (“air fresh”), bebas dari udara yang keluar dari exhaust pabrik.

3. Jenis

Sistem tata udara juga memiliki jenis atau kategori yang berbeda, contohnya adalah 3 kategori sebagai berikut:

  • Pertama adalah sistem udara segar yang mendistribusikan udara dari luar kemudian diolah sesuai dengan standar yang ditentukan dan kemudian akan diekstrak untuk dilepaskan keluar.
  • Kedua, sistem resirkulasi yang wajib untuk tidak menyebabkan resiko kontaminasi. Penggunaan udara resirkulasi seperti ini masih dapat diterima namun perlu diketahui terlebih dahulu kontaminan dalam udara yang ada pada sistem tersebut.
  • Ketiga, sistem ekstraksi yang sebisa mungkin menghilangkan debu dan cemaran uap dari sumbernya. Ventilasi uga dapat digunakan untuk tempat ekstraksi karena biasanya mengandung banyak debu.

3. Komponen

Pada dasarnya sistem tata udara terdiri atas:

  • Cooling Coil. komponen yang satu ini tak jarang disebut sebagai evaporator yang memiliki fungsi untuk mengatur suhu dan kelembaban udara yang akan didistribusikan ke dalam ruangan produksi.
  • Adalah salah satu komponen penting dari suatu sistem tata udara yang berfungsi dalam mengendalikan dan mengontrol jumlah partikel dan mikroorganisme (partikel asing) yang mengkontaminasi udara yang masuk ke dalam ruang produksi.
  • Static Pressure Fan (blower). Blower adalah bagian dari AHU yang berfungsi untuk menggerakkan udara di sepanjang sistem distribusi udara yang terhubung dengannya.
  • Ducting adalah bagian dari AHU yang berfungsi sebagai saluran tertutup tempat mengalirnya udara.
  • Merupakan bagian dari ducting AHU yang berfungsi untuk mengatur jumlah (debit) udara yang dipindahkan ke dalam ruangan produksi.

4. Pengkajian Resiko

Mutu produk dapat dihasilkan dari proses pengkajian resiko untuk mengevaluasi dampak sistem. Penilaian ini dilakukan dengan cara membagi sistem dalam beberapa komponen dan dievaluasi dampaknya dengan parameter proses kritis yang diturunkan dari atribut mutu kritis. Hal ini dilakukan karena komponen yang terdapat dalam sebuah sistem dapat berdampak pada kemampuan menjaga CPPs tetap dalam batas penerimaan.

Sekian informasi mengenai  isi materi dalam sistem tata udara di industri farmasi PPT yang bisa dijadikan referensi. Materi di atas ada yang memang berupa petunjuk teknis dalam sarana penunjang kritis industri farmasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − twenty =